Broken Flower (komitmen, skrg ato nanti?)
January 19th, 2008 by congyangBroken flower sebuah film yg bener-bener ekspesif menceritakan seorang cowo yg udah berumur tapi blom mau punya komitmen ama cewe, sampe cewe-cewe yg dia kenal meninggalkannya. Suatu saat dia mendapat surat tanpa identitas pengirim yg mengatakan bahwa beberapa waktu yg lalu dia pernah punya hubungan dg seorang cewe sampai pada akhirnya cewe itu hamil dan melahirkan seorang anak cowo setelah cewe itu meninggalkan dia. Dalam surat itu si cewe bilang klo saat ini anak itu lagi mecari bapaknya. Penuh rasa penasaran dan tanggung jawab cowo itu pergi ke tempat semua cewe-cewe yg pernah punya hubungan dg dia. Maka ditempuhlah perjalanan panjang antar kota dan negara bagian. Film ini menggambarkan perjalanan dan pertemuan cowo itu dg mantan-mantan cewenya dulu dg keadaan mereka saat ini. Film ini berjalan sangat cool, pelan tapi bener-bener sarat dg pelajaran.
Komitmen…suatu istilah yg beda-beda kita menginterpretasikannya, tp biasanya komitmen itu identik dg suatu pernyataaan atau membuat keputusan klo kita serius jalan bareng ato pacaran dg lawan jenis kita. Kadang kita juga bingung apa kita perlu berkomitmen kpd lawan jenis kita setelah kita berhubungan cukup lama ato krn kita begitu menggebu-gebu (emosi) ingin mendapatkannya ato krn tendensi kita gak bisa klo sendirian, perlu pendamping kesana-kesini ato krn gak ada pilihan laen ato seribu alesan-alesan dan pertimbangan laennya?
Menurut aku, kita emang harus tegas dalam menentukan status hubungan kita dg lawan jenis, tp janganlah kita memaksakan diri utk berkomitmen. Klo gak mantap kenapa harus berkomitmen? Kenapa harus pacaran? Jangan takut kita menjawab sejujurnya apa yg kita pikirkan dan rasakan. Tp kembali lage kepada temen-temen semuanya mau gimana. Ya jangan sampe kita berkomitmen tp dg tendensi yg gak baek (semua taulah apa-apa yg aku maksud disini).
Yg udah bener-bener siap dg berkomitmen ya silakan berkomitmen, tp yg bener-bener belom siap ya sebaeknya gak usah dulu. Gak punya pacar bukanlah kiamat, hari-hari indah masih terbentang luas di depan. Kita tetep dapat hidup dg banyak orang-orang di sekitar kita, mendapatkan sayang dan cinta juga dari mereka. Dari komunikasi, pertemuan dan berjalannya waktu, kita lebih bisa melihat siapa yg nantinya akan kita ajak utk berkomitmen. Kita sering lupa bahwa dg berkomitmen bukan berarti kita memiliki hidup dia sepenuhnya, bisa mengatur dan memaksakan kehendak kita terhadap dia…itu gak bener. Seyogyanya berkomitmen adalah membebaskan dia utk berekspresi sesuai dg diri dia seutuhnya, membantu meluruskan jika dia belok menuju arah jurang, memberikan ruang seluas-luasnya utk berhubungan dg orang laen sesuai dg porsinya. Klo kita bener-bener mencintai dan menjaga komitmen, sebaiknya kita berusaha membebaskan dia…krn sebenarnya `cinta itu tak bersyarat`, semoga..